banner
Diskusi Bali's Big Eco Forum 2019 - Coca Cola Amatil Indonesia
Berita

Bali’s Big Eco Forum 2019, Gerakan Kemitraan Coca Cola Amatil Atasi Sampah Plastik

1738 views

Masifnya pemanfaatan plastik dalam kehidupan sehari-hari mulai dirasakan dampaknya. Sampah plastik kini mengancam kehidupan ekologis dan lingkungan. Meningkatnya konsumsi plastik seiring pertumbuhan penduduk yang meninggi di Indonesia turut menyumbang volume sampah yang membengkak. Berdasarkan data yang diperoleh dari World Bank, sampah plastik yang dihasilkan per tahun kemungkinan bertambah dari 1,3 miliar ton menjadi 2,2 miliar ton pada tahun 2025. Jika tidak dikelola dan diantisipasi dengan baik, bencana lingkungan sudah menunggu di depan nanti.

Menyadari hal ini, Coca-Cola Amatil Indonesia menyelenggarakan Bali’s Big Eco Forum bertema “Sustainability for Wonderful Indonesia”. Forum ini bertujuan mengembangkan solusi pengolahan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan. Coca-Cola Amatil melalui forum ini berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, komunitas dan industri mencari solusi atas ancaman sampah.

Beberapa upaya dan kegiatan terus dilakukan guna menemukan tata kelola sampah yang efektif. Salah satunya melalui Gerakan “Kemitraan Aksi Plastik Nasional” dan “Indonesia Bersih”. Gerakan yang diinisiasi Coca Cola Amatil tersebut adalah upaya mendukung pemerintah dalam hal penanganan sampah.

Forum dibuka oleh Deputi IV Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin didampingi Lucia Karina, Director of Public Affairs, Communications & Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia. Sejumlah pejabat pemerintahan turut hadir diantaranya Direktur Jenderal Industri Argo Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim. Hadir pula Chair Steering Board Indonesia National Plastic Action Partnership, Mari Elka Pangestu. Sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) diwakili ketua umumnya, Hariyadi Sukamdani. Sementara pengamat sosial, Imam P. Prasodjo dari Universitas Indonesia menjadi moderator forum.

Menurut Lucia, selama lebih dari dua dekade, operasional Coca-Cola Amatil Indonesia dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pihaknya mengaku sudah berinvestasi dalam praktik teknologi berkelanjutan. Upaya yang dilakukan diantaranya mengurangi jumlah konten plastik di kemasan produk. Selain itu penggunaan volume air diminimalisasikan saat proses produksi. “Kami juga mengubah jutaan bahan bakar diesel menjadi tenaga LNG dan LPG yang lebih bersih. Saat ini kami bahkan sedang membangun salah satu atap panel surya terbesar di Asia untuk mengurangi jejak karbon dari proses operasional manufaktur,” terang Lucia.

Forum yang berlangsung dua hari ini (26-27 Juli 2019) merupakan perluasan dari gerakan Bali Beach Clean Up (BBCU). BBCU merupakan gerakan yang diprakarsai Amatil Indonesia selama lebih dari 12 tahun. Hingga Juli 2019, program harian BBCU telah menyingkirkan lebih dari 39 juta kg sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer. Pantai tersebut diantaranya: Seminyak, Legian, Kuta, Kedonganan dan Jimbaran.

Ada 3 topik utama yang dibahas dalam forum “Sustainability for Wonderful Indonesia” yaitu:

  • Kebijakan yang bersinergi dengan perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat;
  • Infrastruktur dan mekanisme yang mendukung pengelolaan sampah plastik secara komprehensif;
  • Menciptakan circular economy yang akan memastikan keberlangsungan proses daur ulang yang berkesinambungan.

Rangkaian kegiatan yang meramaikan Bali’s Big Eco Weekend 2019 meliputi pameran eco community; big beach clean-up; festival layangan; dan pelepasan bayi penyu ke laut, bekerjasama dengan Kuta Beach Sea Turtle Conservation (KBSTC).

banner