banner
Ilustrasi logo PT Bursa Efek Indonesia. Foto: Istimewa
Liputan

Bursa Efek Indonesia Kenalkan Indeks Saham Low Carbon

400 views

Jakarta, MajalahCSR.id – Kesadaran para pelaku industri pada pentingnya aspek keberlanjutan terutama lingkungan mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan. Dukungan kali ini datang dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan meluncurkan indeks saham terbaru, yaitu IDX LQ45 Low Carbon Leaders.

IDX LQ45 Low Carbon Index adalah indeks yang bertujuan untuk mengurangi eksposur intensitas emisi karbon atas portfolio sebesar minimal 50% dibandingkan dengan Index LQ45 sebagai “parent index”.

Perusahaan yang dapat masuk ke dalam daftar atau emiten adalah perusahaan industri batu bara yang sudah memiliki saham sesuai dengan ketentuan IDX Industrial Classification (IDX-IC).

Langkah selanjutnya adalah penyesuaian bobot konstituen indeks LQ45 yang tersisa relatif terhadap konstituen lain di sektor yang sama. Penyesuaian dilakukan dengan menambahkan bobot terhadap saham-saham yang berintensitas emisi karbon di bawah rata-rata dan mengurangi bobot saham yang memiliki intensitas emisi karbon di bawah rata-rata. Setelah itu, ada penghitungan intensitas emisi karbon pada portofolio.

“Apabila intensitas emisi karbon atas portofolio setelah penyesuaian telah turun setidaknya 50 persen dari intensitas emisi karbon atas portofolio indeks LQ45, maka saham-saham dan bobot tersebut akan digunakan sebagai penghitungan indeks IDX LQ45 Low Carbon Leaders,” demikian tulis keterangan resmi BEI, Minggu (13/11/2022).

Apabila intensitas emisi karbon atas portofolio setelah penyesuaian masih di atas 50 persen dari intensitas emisi karbon atas portofolio indeks LQ45, maka saham-saham dengan intensitas emisi karbon terbesar akan dikeluarkan hingga tercapai target penurunan intensitas emisi karbon atas portofolio setidaknya 50 persen.

BEI menyatakan, untuk menjaga keterwakilan sektor dari indeks LQ45, maka perusahaan yang menjadi satu-satunya perwakilan sektor tidak akan dikeluarkan. “Indeks ini telah dihitung sejak hari dasarnya pada 2 November 2020 dengan nilai awal 100,” tulis BEI.

Di bawah ini daftar emiten indeks IDX LQ45 Low Carbon Leaders periode 11 November 2022 hingga 31 Januari 2023.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Barito Pasific Tbk (BRPT), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Selanjutnya PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Setalah itu ada nama  PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG), PT Timah Tbk (TINS), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan PT United Tractor Tbk (UNTR).

 

Sumber: kompas.com, dan berbagai sumber.

banner