banner
President Director Asuransi Astra, Rudy Chen (tengah-kiri); Founder English Goes to Kampung, Roswita Asti Kulla; Compliance and Risk Management Director Asuransi Astra, Adi Sepiarso bersama sejumlah anak-anak Kampung Moto Dawu, Sumba Barat. Foto: Istimewa
Berita

Asuransi Astra Resmikan Learning Center di Sumba

250 views

Jakarta, MajalahCSR.id – Asuransi Astra melalui program Estafet Peduli Bumi (EPB) meresmikan Learning Center English Goes to Kampung (EGK) di Sumba Barat. Dalam puncak rangkaian program EPB di tahun ini, Asuransi Astra melanjutkan aksinya di Sumba dengan 5 kegiatan lainnya yakni program penurunan stunting, penyerahan bantuan dan literasi keuangan kepada para pelaku UMKM dan pendidikan vokasi, pemberian beasiswa serta penanaman 3.000 pohon mangrove pada 9 hingga 10 Desember 2022 kemarin.

Learning Center ini memfokuskan pemberian edukasi Bahasa Inggris guna mendukung SDM layak kerja sebagai bentuk perkembangan ekonomi global dari sektor pariwisata Sumba yang dianggap memiliki potensi tinggi akan wisatawan. Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2021 tercatat wisatawan Sumba Barat, Timur, dan Barat Daya sekitar 30.994 jiwa, di mana wisatawan asing menyumbang 1.205 jiwa.

“Saya percaya dengan memberikan pendidikan bermutu maka akan dapat terbentuklah keterampilan yang baik untuk diri mereka dan bangsa di masa depan,” kata Roswita Asti Kulla, Founder English Goes to Kampung.  Dirinya mengaku berharap Asuransi Astra maupun masyarakat lainnya tidak berhenti bergerak melaksanakan aksi-aksi seperti ini.

Asuransi Astra juga mencanangkan pilar kesehatan bersama dengan Volunteer Doctors FK UNPAD, melakukan kunjungan ke TK Hati Nurani, Desa Watu Kawula, Sumba Barat Daya. Mengusung prinsip berkelanjutan, TK Hati Nurani merupakan salah satu mitra yang telah dibina oleh Asuransi Astra di kegiatan sosial Pijar Ilmu pada 2019 hingga saat ini.

Kunjungan kali ini memberikan program edukasi kesehatan dalam rangka penurunan stunting ke sekolah dengan mengintegrasikan komunikasi perubahan perilaku sehat ke kurikulum dan kepada masyarakat dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membina tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain edukasi, intervensi stunting juga dilakukan pada sejumlah anak di Posyandu Karekamangeda, Desa Watu Kawula dan Posyandu Mentari Pagi, Desa Weelonda dengan memberikan suplementasi protein, suplementasi zinc, logbook intervensi yang akan dilakukan pendampingan selama 3 hingga 6 bulan.

Dari data hasil e-PPGBM Kab, Sumba Barat Daya periode Februari 2022 memiliki jumlah balita stunting mencapai 44,28 persen dan merupakan tertinggi di provisi NTT. Angka tersebut jauh diatas rata-rata angka nasional sebesar 24,4%. Sehingga melalui program edukasi dan intervensi ini diharapkan dapat mengurangi presentasi stunting yang terjadi di Sumba khususnya Sumba Barat Daya.

Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan literasi keuangan Indonesia serta mendukung pembangunan ekonomi kreatif bangsa, Asuransi Astra memberikan latihan pengelolaan keuangan dan risiko kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tenun Ikat Karaja di Kampung Letehakapuna, Sumba Barat dan sejumlah perwakilan murid penerima beasiswa dari SMKN 1 & SMKN 2 serta murid SKPP (Sekolah Keterampilan Putra Putri). Literasi ini disampaikan secara langsung oleh President Director Asuransi Astra, Rudy Chen.

Tak hanya memberikan literasi dan edukasi, Asuransi Astra juga menyerahkan bantuan berupa sejumlah alat tenun dan paket benang cotton untuk mendukung produktivitas usaha pada UMKM Tenun Ikat Karaja. Penyerahan bantuan juga dilanjutkan dengan pemberian asuransi Garda Me Micro dari Asuransi Astra kepada 70 anggota UMKM Tenun Ikat Karaja.

Seluruh bantuan ini adalah sebagai bentuk dukungan kepada puluhan Ibu rumah tangga di Lamboya dalam menunjang kemandirian ekonomi setelah era pandemi dengan meningkatkan perkembangan usaha. Dengan mendukung pelaku usaha kreatif ini, Asuransi Astra juga mengurangi angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan perekonomian para wanita di Sumba.

banner