MajalahCSR.id – Produsen global perabotan rumah tangga, IKEA, rupanya tak mau ketinggalan untuk berkontribusi terhadap lingkungan berkelanjutan. Untuk mendorong dunia bebas limbah dan memberikan jalan bagi masyarakat untuk hidup “sustainable”, perusahaan yang asal Swedia ini mengembangkan prototipe rumah dan perabotan didalamnya yang terbuat dari plastik daur ulang dan material ramah lingkungan lain. Kelak, rumah mungil nan cantik ini akan dikomersilkan pada 2030 nanti.
Pada 2018, perusahaan ini menarik seluruh produk sedotan plastik dari gerainya di Inggris dan Irlandia. Tahun lalu, IKEA berencana mengganti plastik sekali pakai seperti sedotan, peralatan makan, cangkir, dan piring, menggantikannya dengan bahan alternatif dari 100% bahan terbarukan di tahun ini. Pada 2019 pun, mereka menggunakan kemasannya dari bahan jamur yang dikomposkan.
Sekarang, IKEA mulai mengembangkan produk rumah mungil yang sustainable dan ramah lingkungan. Rumah ini hanya berukuran 187 kaki persegi atau sekitar 57 meter persegi yang dilengkapi peralatan “eco-green”.
Retail perabotan ini bekerja sama dengan perusahaan Escape, dan Vox Creative dalam pengembangan produknya tersebut. Escape dikenal sebagai pembuat rumah trailer yang bisa dikustomisasi. Intelligentliving merilis, rumah IKEA ini disebut pengembangan dari model Boho XL. Versi ini dilengkapi toilet kompos, panel surya, dan pemanas air yang berasal dari tenaga surya.
Di dalam ruangan, tak kalah menarik. Interior dindingnya dari panel kayu pinus berkelanjutan berkelir putih. Selain itu terdapat peralatan dapur yang bertenaga listrik hemat energi, furnitur dari bahan berkelanjutan. Tempat penyimpanan dari daur ulang botol bekas, sama halnya dengan lemari dan furnitur dapur, dan meja lipat.
Sementara itu Vox Creative dan IKEA mendesain model IKEA BOHO XL versi digital. Hal ini memungkinkan calon konsumen bisa berkunjung dan mengeksplorasi rumah seharga USD 47.550 ini secara virtual.




