Satu lagi inovasi yang menghasilkan produk ramah lingkungan: batu bata berbahan arang. Persisnya, batu bata dibuat dari arang dan serat loofah organik. Loofah adalah produk yang biasa digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Campuran lainnya adalah tanah dan udara, agar tercipta sistem yang dapat terurai secara alami dan ringan, yang memungkinkan pertumbuhan tanaman hidup pada permukaannya. Perpaduan elemen-elemen tersebut memberikan kekuatan, fleksibilitas yang sesuai, dan memastikan porositas tinggi pada batu bata.
Produk ini merupakan hasil penelitian tim peneliti dari Indian School Of Design And Innovation yang dipimpin Shreyas More. Menurut More, salah satu metode konstruksi paling umum yakni pembuatan beton, menghasilkan sekitar 15 persen dari emisi karbon dioksida dunia. Artinya, industri bangunan punya andil sebagai ancaman besar bagi lingkungan. Diharapkan, inovasi bata buatannya ini dapat mengurangi emisi yang dikeluarkan saat proses produksi material tersebut.
Lebih lanjut More menjelaskan, fasad atau permukaan batu bata arang ini memungkinkan pendinginan pasif pada ruangan. Batu bata ini juga dapat berperan mengendalikan suhu interior bangunan sambil memurnikan udara yang masuk. Kebutuhan perangkat pendingin pun dapat ditekan. Namun demikian, penelitian ini masih akan terus disempurnakan. More dan timnya akan terus mengeksplorasi komposisi bahan biofilik, kinerja iklim, palet warna alami, dan pola pada material.




