banner
Ilustrasi pengaspalan jalan. Foto: Pixabay
Ragam

Canon Ubah Limbah Cartridge Printer jadi Campuran Aspal

354 views

Jakarta, MajalahCSR.id – Teknologi mesin cetak computer atau printer kian canggih, sehingga tinta yang terpakai pun makin efisien. Oleh sebab itu, kurang dari 10% kotak tinta kosong menjadi onggokan limbah. Namun, ini lebih baik daripada era teknologi printer sebelumnya di mana sekitar 20% kotak tinta mengotori tempat pembuangan sampah.

Sisa tinta di bekas kotak tinta atau cartridge boleh jadi lebih sedikit saat ini. Namun jika pun masih ada, meski sedikit, menyebabkan tak bisa kembali dipakai. Sebagai alternative solusinya, perusahaan printer Canon mulai mendaur ulang limbah ini menjadi pewarna sekaligus pengikat pelet aspal.   

Seperti yang dilansir oleh Intelligentliving, raksasa printer dan kamera ini mendirikan fasilitas pengolahan daur ulang cartridge tinta yang bernama Canon Enviromental Technologies dekat Newport News, negara bagian Virginia, Amerika Serikat (AS). Pabrik pengolahan ini khusus menangani limbah tadi dengan teknologi yang lebih baru. Teknologi ini mampu memisahkan secara menyeluruh bagian komponen daur ulang. Termasuk yang disebut pemisahan magnetis, di mana mampu memisahkan komponen logam seperti besi dan alumunium.  

Limbah cartridge toner/tinta yang kemudian dihancurkan jadi pelet untuk material campuran aspal oleh Canon. Foto: Canon Virginia Inc. via Intelligentliving

Proses yang dilakukan Canon Inc.’s Recycled Toner Pellet melibatkan sisa kontainer atau wadah tinta (cartridge) yang dikirim ke fasilitas ini lalu diklasifikasikan menurut jenis material sebelum mendekonstruksinya. Usai itu, fasilitas tersebut melelehkan bagian limbah plastik padat dan mengubahnya menjadi pellet untuk menciptakan cartridge baru dari hasil daur ulang. Sementara itu, bagian logam dikirim ke rekan bisnis untuk juga didaur ulang.   

Recycled Toner Pellets (RTPs) atau pellet tinta daur ulang terbuat dari pellet sisa tinta agar kembali bisa digunakan. Belakangan ini, RTPs dipakai untuk mengikat dan mewarnai elemen aspal oleh rekan bisnis mereka, Basic Construction Company, di wilayah yang sama. 

Memanfaatkan pellet untuk campuran aspal ini ternyata sangat logis. Mengapa? Karena tinta umumnya terbuat dari bubuk karbon, pasir silika (yang keduanya merupakan bahan baku aspal konvensional), dan pecahan halus plastik. Tak heran, setelah beberapa waktu menjalani tes kelayakkan, Departemen Transportasi di Virginia, akhirnya melegalkan penggunaan pellet ini untuk aspal yang dibuat oleh Basic Construction.

Perusahaan infrastruktur tersebut akan terus melakukan ujicoba RTPs guna memastikan tak ada dampak yang merugikan terhadap aspal yang digunakan. Begitu selesai ujicoba penyempurnaan, perusahaan dikabarkan akan memulai mencampurkan pellet ini ke dalam formula konstruksi aspal jalan di seluruh wilayah AS.   

Penggunaan campuran plastic sebagai material aspal sebenarnya sudah diaplikasikan di berbagai negara, termasuk AS untuk jalanan di kota New York, Missouri, India, Meksiko, termasuk di Indonesia, mulai di Jakarta (BSD City), di Banten, hingga di Tegal Jawa Tengah. Di Indonesia, campuran plastik yang dipakai berasal dari limbah kantong plastik sampai sampah botol minuman. Bahkan, campuran plastik ini menurut Vice President of Corporate Relations and Sustainability PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, seperti yang dikutip dari Antara.com (25/8/2021), mampu meningkatkan ketahanan jalan sampai 40%.

Satu hal yang menjadi catatan adalah, meskipun anda kembali memakai cartridge printer yang lama, mereka tetap mengandung zat berbahaya, yaitu logam berat, cadmium. Alhasil, tak bisa dibenarkan jika anda membuangnya secara sembarangan, karena kemampuan zat tersebut yang mencemari lingkungan. Ada baiknya dipilah dari limbah lainnya, lalu dibuang ke tempat penampungan khusus limbah logam atau elektronik yang biasanya ada di dinas lingkungan kota masing-masing.

banner