banner
Limbah Plastik Kemasan. Foto : Istimewa
Berita

Hanya 20 Perusahaan yang Hasilkan Setengah Limbah Plastik Dunia

1036 views

MajalahCSR.id – Setengah dari total limbah plastik di seluruh dunia ternyata dihasilkan oleh 20 perusahaan saja. Hal ini terungkap dari sebuah riset yang mengungkap rantai pasok industri plastik, termasuk mereka yang membuat polymer dan yang terkait dengan produksi plastik.   

Studi ini dilakukan oleh konsorsium dari sejumlah institusi termasuk London School of Economics, kelompok riset Wood MacKenzie, dan Stockholm Environment Institute. Adapun studi ini dipimpin oleh Minderoo Foundation asal Australia.

Mengutip BBC, beberapa perusahaan terbukti berkontribusi terhadap limbah plastik sekali pakai, termasuk beberapa perusahaan Amerika, yaitu ExxonMobil, Dow, Sinopec, Indorama Ventures, Saudi Aramco, PetroChina, LyondellBasell, Reliance Industries, Braskem, Alpek SA de CV, Borealis, Lotte Chemical, INEOS dan Total.

Merespon hasil studi ini, ExxonMobil mengklaim bahwa pihaknya sedang mengambil langkah untuk menangani limbah plastik dengan meningkatkan pemakaian plastik yang bisa didaur ulang. Selain itu juga perusahaan mengaku memperbaiki pengolahan limbah plastik. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, ExxonMobil menjelaskan sudah menjadi anggota Alliance to End Plastic Waste dan juga meminimalisasi terbuangnya pelet plastik dalam operasional.

Studi atau riset ini mengamati 1.000 perusahaan yang dalam produksi bahan mentahnya membutuhkan plastik sekali pakai. Riset juga mengungkap negara yang warganya paling boros limbah plastik sekali pakai. Hasilnya Australia di peringkat atas disusul Amerika Serikat.

Berbeda dengan riset sebelumnya, penelitian ini melacak rantai pasok plastik secara menyeluruh dengan melibatkan pabrik pembuat bahan dasar plastik. Bahan polymer digunakan pabrik plastik dihasilkan dari proses pengolahan bahan bakar fosil, yang berkontribusi pada pencemaran udara.   

Profesor Sam Fankhauser, ahli ekonomi perbahan iklim dari Universitas Oxford dan London School of Economics serta kontributor riset menyebutkan, limbah plastik hanya salah satu dampak dari ketergantungan tinggi terhadap minyak (fosil) dan gas.

“Ketergantungan kita yang sangat tinggi pada minyak dan gas tak hanya mempercepat perubahan iklim, melainkan juga bahan digunakan menghasilkan plastik yang mencemari lautan,” kata Fasnkhauser. “Sangat penting bagi perusahaan petrokimia untuk melangkah ke depan mengadopsi ekonomi sirkular sebagai alternatif, jika kita ingin sukses menghentikan krisis yang saling terkait ini.”  

banner