MajalahCSR.id – Perusahaan penemu bahan bakar hidrogen, Hypoint mengabarkan kerja samanya dengan konstruktor pesawat terbang, Piaseci Aircraft Corporation (PiAC). Kerja sama ini dalam rangka membangun elemen helikopter bernama Piasecki PA-890. Helikopter ini menjadi yang pertama di dunia berbahan bakar hidrogen dan tenaga listrik.
Mengutip Intelligentliving, Jumat (28/1/2022), pada prosesnya, PiAC dan Hypoint berencana mengembangkan dan secara khusus mensertifikasi sistem bahan bakar hidrogen yang terintegrasi pada kemampuan terbang dan mendarat vertikal helikopter secara elektrik (electrical vehicle takeoff and landing/eVTOL), serta meningkatkan potensi kemampuan lainnya.
Kerja sama kedua perusahaan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan eVTOL secara global, menjadikan produknya mudah dijangkau, memenuhi sertifikasi FAA (Federal Aviation Administration/ Badan Penerbangan Federal AS), dan punya sistem standar helikopter bahan bakar hidrogen tanpa emisi untuk pasar global eVTOL.
Nilai kerja sama proyek ini mencapai US$ 6,5 juta guna mengembangkan sistem bahan bakar hidrogen 650 kW yang akan diintegrasikan pada helikopter Piasecki PA-890. Adapun mesinnya dilengkapi sistem pendingin udara dari Hypoint.
Sistem baru ini memiliki kepadatan energi 4 kali lipat dibandingkan sumber energi batere lithium-ion yang tengah naik daun, dan bertenaga dua kali lipat lebih kuat dari sistem bahan bakar hidrogen yang digunakan saat ini. Ini juga menyebabkan ongkos operasi menjadi hanya separuh dibandingkan pesawat baling-baling turbin lain.
Piasecki punya lisensi eksklusif pada teknologi sebagai bagia dari kerja sama. Sementara Hypoint akan mengelola kepemilikan teknologi bahan bakar hydrogen. Selain itu, mekanisme sistem yang dikembangkan keduanya memungkinkan konsumen melakukan kustomisasi produk, atau pembuat eVTOL lain dapat berpartner dengan Piasecki dan Hypoint untuk mengembangkan produk sesuai kebutuhan tertentu.
Piasecki PA-890 adalah helikopter 5 penumpang dengan tambahan sayap untuk perjalanan yang lebih efisien, dan baling-baling rotor di bagian ekor. Baling-baling di ekor ini akan mengarah ke belakang jika heli terbang ke depan yang berfungsi sebagai tenaga pendorong. Sementara bagian sayap dapat miring 90 derajat ke atas untuk memaksimalkan kinerja rotor utama saat lepas landas dan mendarat secara vertikal.
“Kami sangat fokus pada pengembangan dan kualifikasi sistem tenaga 650kW untuk helikopter PA-890 eVTOL. PA-890 bakal menjadi heli berawak pertama yang bertenaga hidrogen. Keberhasilan ini bakal membuka jalan kerja sama dengan pengembang eVTOL lain dengan ukuran heli yang berbeda atau pengembangan teknologi lebih lanjut,” kata John Piasecki, President CEO Piasecki Aircraft.
Pihaknya, lanjut Piasecki, berkolaborasi dengan Hypoint mengembangkan tenaga hidrogen yang paling efektif dan efisien pada produknya. “Misi kami memperluas sistem dalam 2 tahun untuk mendukung uji sertifikasi pesawat pada 2024. Selain itu juga untuk memenuhi permintaan 325 unit heli yang mulai kami produksi pada 2025,” katanya.




