Ratusan juta orang di dunia dilaporkan sedang menghadapi kelaparan, kemiskinan, penyakit, bahkan kematian akibat perubahan iklim. Demikian diungkapkan pakar kemiskinan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam laporan yang dirilis pada Selasa (25/6) kemarin. Para ahli kemiskinan ekstrem dan HAM PBB ini menegaskan, penting untuk segera mengatasi masalah pemanasan global.
Sementara itu seorang ahli hukum Australia, Philip Alston, meramalkan konsekuensi mengerikan dari perubahan iklim, bahkan dalam skenario terbaik. Kepada Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, Alston mengatakan, dunia memerlukan perubahan mendasar terkait bahan bakar fosil yang menjadi sumber efek rumah kaca buatan manusia. Meski dampak perubahan iklim pada hak asasi manusia belum mendapat perhatian, namun kondisi tersebut dianggap ‘mewakili keadaan darurat tanpa preseden.’




