Jakarta – Majalahcsr. Pergeseran usia pada Usaha Kecil Menengah (UKM) sekarang sedang terjadi. Wiraswasta yang tadinya banyak di lakoni oleh seseorang dengan usia matang, sekarang justru banyak dilakoni oleh angkatan muda yang produktif.
Lulusan muda dengan usia produktif ini kemudian bangga dengan status UKM-nya, atau disebut dengan start-up. Keinginan ataupun kebiasaan berorganisasi mereka pun menular pada usahanya dengan bergabung pada komunitas-komunitas untuk menjadi wadah mengembangkan usahanya baik dari pelatihan untuk produksi, managemen ataupun pemasaran.
“Komunitas yang terdiri dari banyak UKM ini memudahkan perusahaan dalam membantu menambah daya saing mereka,” ujar Pakar pemasaran Yuswohady, Kamis (18/10).
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) melihat hal ini sebagai peluang untuk membantu para UKM dalam meningkatkan capacity building mereka. Selain itu, harus diketahui juga jika perusahaan sudah berniat untuk mengekspor barang produksinya, maka yang diperlukan adalah suatu laporan keberlanjutan atau Sustainability Report (SR) yang banyak disyaratkan oleh negara pengimpor.
“Perusahaan importir dari luar negeri tentunya akan berpikir mengenai SR. Mengingat dalam SR tercantum bagaimana perusahaan berbisnis, termasuk mata rantai pasoknya,” jelas Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Danang Girindrawardana.




