Sampai saat ini, seni seringkali ditempatkan sebagai kasta kedua dalam rencana pembangunan. Seni masih dinilai tak berperan secara langsung untuk […]

Sampai saat ini, seni seringkali ditempatkan sebagai kasta kedua dalam rencana pembangunan. Seni masih dinilai tak berperan secara langsung untuk […]
Melalui Program ‘Adaro Nyalakan Perubahan’ Adaro mengembangkan lima pilar utama yang dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia Indonesia khususnya masyarakat di wilayah kerja Perusahaan, salah satunya dengan mengusung pilar pendidikan.
Ke depan, klaster ini tidak hanya akan berfokus pada satu isu saja secara spesifik, misalnya kehutanan, tetapi juga isu lain yang relevan dengan kondisi yang saat ini terjadi, seperti pertumpahan minyak dan isu pertanian, air dan sanitasi, pemukiman dan perkotaan, sustainable consumption, climate change, serta ekosistem lautan dan ekosistem daratan.
Para narasumber dan peserta sepakat bahwa kolaborasi antar pihak sangat penting untuk kesuksesan masa depan pendidikan di Indonesia.
Untuk keempat kalinya, kegiatan capacity building, Philanthropy Skill Share Forum digelar oleh Filantropi Indonesia. Kegiatan yang dilakukan pada kamis (8/2) ini digelar khusus untuk organisasi anggota Filantropi Indonesia.
Australian Consortium for ‘In-country’ Indonesian Studies (ACICIS) atau Konsorsium Australia untuk Studi Bahasa Indonesia ‘Dalam-negeri’ adalah sebuah organisasi nirlaba berupa konsorsium sejumlah universitas yang memfasilitasi penempatan akademis dan profesional bagi mahasiswa Australia di Indonesia.
Pemerintah mengadopsi 17 tujuan pembangungan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan pada tahun 2030 mendatang tujuan ini akan tercapai.
Kota pahlawan menjadi salah satu kota yang menjadi pilihan untuk diselenggarakannya kegiatan Philanthropy Learning Forum on SDGs pada Kamis, 23 November 2017. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dari Filantropi Indonesia, Wahana Visi Indonesia, Forum CSR Jawa Timur, dengan dukungan dari Ford Foundation.
Kesenian dan kebudayaan sebagai salah satu elemen dalam pembangunan manusia di Indonesia diperlukan untuk membantu menguatkan identitas dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi kompetisi global. Untuk itulah, dibutuhkan sebuah sistem pendanaan sektor seni dan budaya sebagai wujud kepedulian serta peran aktif masyarakat untuk membangun ekosistem kebudayaan yang lebih baik di Indonesia.
