Bencana alam merupakan hal yang tidak terduga. Selain sebelum kejadian, saat kejadian dan setelah kejadian merupakan waktu yang paling membuat sengsara korban yang terdampak.

Bencana alam merupakan hal yang tidak terduga. Selain sebelum kejadian, saat kejadian dan setelah kejadian merupakan waktu yang paling membuat sengsara korban yang terdampak.
Tiga minggu sudah Gunung Agung menunjukkan aktivitas kegempaannya. Lokasi-lokasi pengungsian di zona aman semakin dipenuhi pengungsi. Apalagi setelah penetapan status Gunung Agung menjadi Awas. Meskipun hampir sebagian besar warga telah berada di area-area pengungsian, mereka sesekali mengunjungi rumah mereka untuk mengecek kondisi ternak.
Berdasarkan data terakhir dari BNPB tanggal 4 Oktober 2017, jumlah pengungsi Gunung Agung sudah mencapai 141.000 orang dan harus tinggal di 419 posko pengungsian yang tersebar di Pulau Bali. Menurut data terakhir dari pemerintah setempat, peningkatan jumlah pengungsi telah mengakibatkan terkendalanya distribusi suplai logistik dan terbatasnya akses terhadap fasilitas air bersih dan sanitasi, sehingga meningkatkan resiko penyebaran wabah penyakit.
Sejak peningkatan status Awas Gunung Agung beberapa hari lalu, radius aman berada 9 kilometer dari puncak kawah. Artinya, lingkaran zona merah ditetapkan berada 9 kilometer jauhnya dari kawah Gunung Agung.
Karangasem – Majalahcsr. Warga Karangasem di Bali mengungsi akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung di Provinsi Bali. Beberapa lokasi seperti sekolah, […]
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat adanya peningkatan aktivitas Gunung Agung yang signifikan. Pada minggu (24/9), telah terjadi 332 kali gempa vulkanik dalam, 211 kali gempa vulkanik dangkal, dan 43 gempa tektonik lokal.
